Deteksi Epilepsi Sejak Dini, Bagaimana Caranya?

Ketemu lagi di Website Pengobatan Anak Tradisional 🙂 | Epilepsi atu sering disebut juga dengan “ayan” merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh pelepasan muatan listrik berlebihan dan berkala dari sekelompok sel pada otak. Hal ini menyebabkan pasien pengidap penyakit ini menunjukan gejala hanya pada saat serangan saja. Penyakit epilepsi bisa menyerang siapa saja, bahkan epilepsi bisa menyerang anak kecil. Hal ini mengharuskan para orang tua harus waspada dan cepat tanggap jika sang buah hati mengalami gejala yang mencurigakan. Parahnya jika gejala pertama epilepsi muncul dan dibiarkan begitu saja tanpa mendapat pengobatan yang tepat maka akan berakibat fatal untuk ke-depannya. Nah pada artikel kali ini, kita akan bahas deteksi epilepsi sejak dini, bagaimana caranya? “

deteksi-epilepsi-anak

Dari kebanyakan kasus, kejang epilepsi selalu di barengi dengan keluarnya busa atau buih dari mulut, hal ini karena tidak tertelannya air liur sehingga terkumpul saat kejang berlangsung. Meskipun penyakit ini tidka mematikan tetapi tetap saja jika tidak mendapat pengobatan yang tepat maka akan berakibat fatal.

Untuk itu bunda atau ayah wajib membaca secara cermat artikel ini hingga habis, karena kita akan memberikan tips untuk mendeteksi epilepsi sejak dini.

Deteksi Epilepsi Sejak Dini, Bagaimana Caranya?

Dimulai dari hal hal sederhana dapat dilihat dari tanda tanda fisik si kecil, berikut penjelasannya :

1. Hipopigmentasi di kulit
Hipopigmentasi adalah suatu penyakit kelaianan kulit karena adanya pigmentasi melanosit pada area tertentu yang rusak bahkan seperti ada yang hilang hingga menyebabkan warna kulit mnejadi putih seperti tepung. Ditandai dengan adanya bercak putih pada kulit, bercak tersebut melebar, bercak tersebut ada yang rata dna bersisik.

2. Bercak kecokelatan berdiameter 2 cm dan berjumlah lebih dari 6 buah
Noda noda mendatar pada kulit bayi yang mempunyai warna bervariasi dari coklat susu hingga coklat tua memang tanda lahir yang biasa terjadi, tetapi jika dalam tubuh si kecil terdapat lebih dari 6 buah tanda seperti ini maka itu patut dicurigai. [Deteksi Epilepsi Sejak Dini]

3. Adanya hemangioma di 2/3 wajah
Hemangioma merupakan suatu tumor jaringan lunak yang terjadi pada bayi lahir ataupun bayi yang kurang dari usia 1 tahun. Hemangioma dapat muncul pada bagian leher, muka, kepala, kaki ataupun dada. Ditandai dengan adanya tanda merah yang menonjol.

4. Ada kelainan kongenital di daerah kepala

Seperti mikrosefali atau pengapuran di jaringan otak yang dideteksi dari hasil CT scan.
Kelainan kongenital adalah kelainan dalam pertumbuhan janin yang terjadi sejak konsepsi dan selama dalam kandungan

5. Perilaku aneh si kecil
Perilaku aneh pada anak kecil juga bisa diidentifikasi penyebabnya, banyak perilaku yang menunjukan bahwa anak mengidap epilepsi. Diantaranya : Anak memiliki tatapan yang kosong, sering muncul kedutan pada jari jari tangan atau kaki, tiba tiba kaget dan tersentak tanpa penyebab yang pasti, tiba tiba terbangun dan ketakutan saat tidur, gerakan gerakan seperti mengayuh pada kaki,

6. Kejang Atau Convulsions
Gejala ini yang paling menakutkan, dimana kondisi ini membuat anak kehilangan kesadaran sehingga jatuh dan kehilangan kontrol kandung kemihnya yang berakibat air seninya keluar tanpa sepengetahuannya. Dibarengi dengan hilangnya kesadaran tersebut membuat anak tidak dapat mengontrol air liur nya sehingga dapat keluar melalui mulut dan berbuih. [Deteksi Epilepsi Sejak Dini]

Anak penyandang epilepsi juga dapat mengalami masalah komordibitas mulai dari pertumbuhan dan perkembangan yang terlambat dan gangguan kognitif yang berhubungan dengan kecerdasan dan pikiran anak, selain itu munculnya depresi dan rasa cemas yang dirasakannya tak bisa dihindari.

Namun, tentu saja epilepsi bisa dicegah dengan meminimalisir gangguan perkembangan pada otak mulai dari bayi dalam kandungan sampai berusia 3 tahun. Caranya yaitu mencegah adanya kelainan kongenital, mencegah terjadinya infeksi kongenital pada masa kehamilan, mencegah bayi tidak menangis berlebihan, dan mencegah adanya infeksi susunan saraf pusat.

Sedangkan untuk tahap pengobatannya harus mendapat pengobatan yang tepat sehingga anak dapat tumbuh dengan normal dan terkontrol dengan baik.

Semoga bunda atau ayah menjadi lebih extra perhatian terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak anda, sehingga tidka menyesal nantinya. Dan anak anda bisa selalu terjaga dan terhindar dari penyakit berbahaya lainnya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. 🙂

Jual Obat Herbal Atasi Epilepsi Pada Anak Bayi Dan Balita

Obat herbal terbaik yang saat ini direkomendasikan para ahli kesehatan dan banyak dicari masyarakat ialah “QnC Jelly Gamat” . Produk ASLI INDONESIA yang diolah oleh PT BIJAKSANA MAJU UTAMA ini merupakan obat herbal yang diolah dari ekstrak teripang atau gamat emas murni 100% ASLI. Berbeda dari obat obatan biasanya, QnC Jelly Gamat dapat menyembuhkan epilepsi pada anak bayi dan balita secara alami, aman, dan tidak membahayakan atau menimbulkan efek samping apapun. Kami selaku agen resmi obat herbal QnC Jelly Gamat, bersedia melakukan pengiriman barang ke seluruh Indonesia via Tiki JNE. Pesan 1 sampai 2 botol BAYAR BISA BELAKANGAN SETELAH BARANG SAMPAI.

Obat Herbal Epilepsi Anak Bayi Dan Balita

Harga : Rp. 155.000 / botol ( isi 300 ml)

Untuk pemesanan silahkan sms saja dengan format berikut ini :

HPAG : Jumlah pesanan : Nama : Alamat Lengkap : No.HP/Tlp
kirim ke 085.316.695.777

  • Kode HPAG wajib dicantumkan agar pesanan anda terdeteksi oleh komputer
  • Biaya ongkir dan nomor rekening akan di infokan oleh admin kami setelah mendapat sms pemesanan dari anda.
  • Informasi lebih lengkap silahkan klik cara pemesanan

Deteksi Epilepsi Sejak Dini

—–SALAM HIDUP SEHAT—–

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *